Pengembangan Kawasan Mangrove Mulyoasri
- Admin Ptsp
- Potensi dan Peluang Daerah
- Hits: 32

Sumber: mangrovemulyoasri.com
Banjir rob merupakan salah satu isu krusial yang dihadapi Kabupaten Pekalongan terutama di Kecamatan Tirto. Terletak di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kawasan Mangrove Mulyoasri awalnya merupakan wilayah persawahan dan tambak udang. Akan tetapi sejak abrasi atau banjir rob kerap melanda, wilayah tersebut tergenang air secara terus menerus dan tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk kegiatan usaha tani maupun tambak, warga sekitar pun kehilangan mata pencaharian. Didorong oleh kebutuhan ekonomi dan kesadaran akan lingkungan, Kelompok Tani Banawa Sekar akhirnya menginisiasi pengembangan kawasan wisata mangrove di daerah tempat tinggal mereka.
Kondisi Eksisting:
Berawal dari dana swadaya masyarakat, Mangrove Mulyoasri yang awalnya hanya ditujukan untuk konservasi mangrove mencoba mengembangkan daya tarik lain. Kawasan ini kemudian mendapat perhatian dan pendampingan dari DLHK Provinsi Jawa Tengah. Saat ini, Kawasan Mangrove Mulyoasri menawarkan beberapa paket wisata yang mencakup wisata alam, wisata edukasi, wisata kuliner, dan wisata susur sungai. Melalui pemasukan dari pengembangan sederhana tersebut, KTH Banawa Sekar mampu mempertahankan kegiatan komunitasnya. Lebih lanjut, berbekal sponsorship dan CSR perusahaan BUMN, telah tersedia pula fasilitas penunjang seperti area parkir, gazebo, cafetaria, toilet umum, dermaga, dekorasi artistik, hingga perluasan area konservasi di Kawasan Mangrove Mulyoasri.


Kawasan Mangrove Mulyoasri telah berhasil menarik minat para pengunjung secara konsisten. Pengunjung secara umum didominasi oleh siswa sekolah, mahasiswa, peneliti, hingga relawan asing dalam rangka aktivitas edukasi maupun kegiatan sosial-lingkungan. Selain paket wisata, Mangrove Mulyoasri juga menawarkan jasa pembibitan mangrove dalam jumlah besar. Tak hanya memberi dampak positif untuk lingkungan, jasa usaha ini juga sangat potensial dengan banyaknya perusahaan, instansi, institusi, maupun penyelenggara lain yang kerap mengadakan aksi penanaman mangrove secara massal. Masyarakat sekitar juga mencoba inovasi lain dengan mengolah buah mangrove menjadi produk-produk bernilai jual seperti sirup dan dodol.
Pengembangan:
Seiring dengan meningkatnya kesadaran pemerintah dan masyarakat akan ancaman abrasi, Mangrove Mulyoasri dinilai sebagai proyek yang perlu mendapat perhatian. Mangrove Mulyoasri sendiri sudah memiliki tata kelola adminsitrasi dan manajemen yang baik. Meski demikian, pengembangan seperti pengurusan legalitas untuk menjadi desa wisata, perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan jumlah dan kapasitas pengelola, strategi promosi dan branding, hingga penambahan area dan jumlah pohon mangrove sangat dibutuhkan agar kawasan ini bisa semakin berkembang serta terus produktif dan lestari. Kepentingan pengembangan Kawasan Mangrove Mulyoasri bukan hanya untuk meningkatkan perekonomian warga setempat, tetapi juga merupakan upaya konservasi alam dan lingkungan,demi kelangsungan pembangunan yang berkelanjutan.








