[Gambar]
Kabupaten Pekalongan yang sebagian wilayahnya merupakan pegunungan yang dilintasi sungai- sungai, bukit yang masih alami mempunyai berbagai keindahan merupakan potensi dibidang pariwisata alam. Namun potensi tersebut belum digali dandikembangkan secara optimal. Salah satunya yaitu Desa Lolong Kecamatan Karanganyar.
Lolong sebagai desa destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan telah ditetapkan oleh Bupati Pekalongan - Drs. A. Antono, M.Si pada tanggal 10 Pebruari 2013 memerlukan pengembangan lebih lanjut. Oleh karena itu peran investor sangat diharapkan.
| [Gambar] |
Lolong sebagai desa wisata menyimpan beberapa keindahan yang cukup menarik untuk di kunjungi. Penyanyi balada Ebiet G. Ade meciptakan syair lagu berjudul "LOLONG" dan diabadikan pada prasasti yang terpampang di sebelah jembatan "LENGKUNG" yang unik peninggalan Belanda. |
Potensi yang dimiliki lolong antara lain :
[Gambar][Gambar]
ANALISA PASAR
Daya tarik Desa Lolong sebagai destinasi wisata cukup besar antara lain :
- Kehadiran Ebiet G. Ade di Desa Lolong yang mengabadikan syair lagu "Lolong" ciptaannya pada sebuah prasasti.
- Adanya kegiatan olah raga Arung Jeram di Sungai Sengkarang Sepanjang + 5 km yang dipandu oleh tim Skipper yang bersertifikasi.
- Adanya kegiatan festival Durian Lolong yang diselenggarakan setiap tahun.
Dengan daya tarik tersebut masyarakat luas akan semakin mengenal desa Lolong sebagai destinasi wisata sehingga jumlah kunjungan wisatawan akan bertambah setiap tahunnya.
Jumat, 25 Maret 2022
[Gambar]
PETUNGKRIYONO EcoTourism
Petungkriyono merupakan salah satu kecamatan di Wilayah Kabupaten Pekalongan bagian selatan. Kawasan ini merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng yang masih terjaga keasriannya. Memiliki luas wilayah sekitar 5.300 Ha dan ketinggian 500 - 2100 mdpl dengan bentang alam berupa gunung-gunung, hutan belantara, air terjun dan sungai-sungai dengan air yang jernih.
Dari Kota Kajen (Ibukota Kabupaten Pekalongan) Petungkriyono berada di sebelah selatan dengan jarak 30 km yang dapat dicapai dengan kendaraan umum maupun pribadi melewati Kecamatan Doro, tidak jauh dari obyen wisata "Dataran Tinggi Dieng" hanya berjarak sekitar 40 km dengan melalui jalur Sibebek-Gumelem Kabupaten Banjarnegara.
Memasuki petungkriyono akan disuguhi landscap pegunungan dengan tutupan hutan alam yang menghijau lebat. Di beberapa lokasi tampak pula aliran-aliran sungai jernih menyusuri lembah serta Air Terjun yang mencurah dari tebing-tebing perbukitan menambah kemolekan alam kawasan ini. Petungkriyono dikenal kalangan "rimbawan" sebagai salah satu kawasan hutan yang tersisa di Jawa. Di kawasan hutan ini hidup beraneka ragam satwa, termasuk satwa endemik Jawa yang hampir punah seperti Elang Jawa, Owa Jawa, Surili, Lutung Jawa, Macan Tutul, dan Macan Kumbang.
Menyambangi Petungkriyono, tak hanya akan disambut oleh keasrian alamnya yang mempesona, namun kita juga akan merasakan nuansa keramahan dan kebersahabatan penduduk desa yang tinggal di daerah ini.
Di kawasan ekowisata Petungkriyono terdapat beberapa potensi yang sangat menarik, antara lain :
1. CURUG BAJING
[Gambar]
Curug Bajing adalah salah satu air terjun yang ada di Kecamatan Petungkriyono, lokasinya di Desa Tlogopakis Kecamatan
[Gambar]
Obyek Wisata LINGGO ASRI
Salah satu obyek wisata alam unggulan di Kabupaten Pekalongan adalah "Linggo Asri" dengan luas areal sekitar 5 hektar, dilengkapi fasilitas : kolam renang, villa, rumah makan, taman bermain anak, kebun binatang mini, panggung kesenian, arena outbound, bumi perkemahan, gardu pandang, flying fox dan berbagai atraksi lainnya.
Obyek wisata ini cukup prospekstif untuk dikembangkan, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap menjalin kerja sama dengan investor yang berminat untuk mengembangkan.
Kondisi Eksisting :
Linggo Asri memiliki lokasi yang cukup strategis, berada pada jalur jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan - Banjarnegara. Akses menuju ke lokasi menyusuri daerah kawasan hutan budidaya berbukit yang sejuk, asri, dengan pemandangan indah nan semilir. Setiap hari selalu didatangi pengunjung walaupun tidak sebanyak pada hari-hari libur/besar dan hari lebaran.
[Gambar]
Analisis Pasar :
Penduduk lokal dan sekitarnya seperti dari Kabupaten Batang, Pemalang, Banjarnegara dan Kota Pekalongan adalah daya dukung untuk berdirinya suatu kegiatan penyediaan obyek wisata. Animo masyarakat berekreasi ke daerah pegunungan dengan udara yang bersih dan sejuk cukup tinggi dibanding obyek wisatake daerah perkotaan. Hal ini membuat obyek wisata alam sangat menjanjikan.
[Gambar]
PEMINTALAN BENANG
Sektor Industri di Kabupaten Pekalongan dalam struktur PDRB tahun 2016 memberikan kontribusi terbesar yaitu mencapai 31,38%, industri menengah keatas sebagian besar berupa industri tekstil sarung palekat jumlahnya sekitar 10 unit. Industri ini merupakan industri padat karya yang memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja cukup tinggi. Keberadaan industri sarung palekat di Kabupaten Pekalongan belum diimbangi oleh industri penyedia bahan baku yaitu pemintalan benang.
Kondisi Eksisting :
Jumlah penduduk yang cukup besar selaras dengan ketersediaan tenaga kerja sebagai aset sumber daya berharga untuk mendukung berdirinya suatu perusahaan. Industri pemintalan benang baru tersedia dua unit : PT. Pisma Putra Textile dan PT. Watusalan Textile, itu pun kurang lebih 60% hasil produksi PT. Pisma Putra Textile dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan group sendiri yaitu PT. Pismatex Industry, sehingga industri lainnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku benang mengimpor dari daerah lain.
Analisis Pasar :
1. Berkembangnya industri tekstil penghasil kain ATM dan ATBM menyebabkan meningkatnya kebutuhan benang.
2. Penduduk Indonesia sebagian besar memeluk agama Islam yang merupakan konsumen terbesar sarung palekat.
3. Untuk tujuan pemasaran internasional / ekspor dengan negara tujuan meliputi negara-negara di Timur Tengah, Brunei Darussalam, Malaysia, dll.
[Gambar]
PENGGEMUKAN SAPI POTONG
(Fattening Beef Cattle)
Uraian Proyek :
Permintaan produk daging, susu maupun kulit terus meningkat, seirama dengan pertambahan penduduk dan perkembangan perekonomian nasional. Impor ketiga produk tersebut cenderung terus meningkat, walaupun terjadi fluktuasi sebagai akibat adanya perubahan global maupun dinamika nasional.
Kondisi Eksisting :
Ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah merupakan potensi yang dimiliki Kabupaten Pekalongan, yang dapat dikembangkan menjadi kawasan produktif di bidang ekonomi berbasis sumber daya alam. Akan tetapi potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Wilayah potensial untuk penggemukan sapi potong tersebar di beberapa wilayah, antara lain : Kecamatan Talun, Kecamatan Doro, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Kajen dan Kecamatan Kesesi. Kecamtan-kecamatan tersebut merupakan wilayah penghasil ternak sapi terbesar.
Potensi yang cukup besar di sektor pertanian, khususnya bidang peternakan cukup prospektif untuk dikembangkan, daya dukung lain yaitu posisi strategis Kabupaten Pekalongan yang berada di jalur pantura.
Adapun populasi sapi potong pada tahun 2017 sebanyak 22.489 ekor, dengan pemasaran untuk kebutuhan lokal, regional dan nasional.
Analisis Pasar :
Keberadaan sapi potong di pasar ternak sangat bernilai ekonomis. Hal ini dapat diketahui dari tingginya ketimpangan permintaan dan pasokan. Dari tahun ke tahun permintaan akan daging sapi terus mengalami peningkatan, baik itu dalam skalalokal, regional maupun nasional. Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (APFINDO) membuat proyeksi bahwa pada tahun 2020 dengan jumlah penduduk Indonesia 281juta orang membutuhkan konsumsi daging sapi 3,27 Kg/kapita/tahunsehingga dibutuhkan produksi daging 1,04 juta
[Gambar]
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO (PLTM)
Mini Hydro Power Plant
Uraian Proyek :
Seperti kita ketahui bahwa salah satu aspek penting dalam perhitungan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan suatu negara adalah tingkat pertumbuhan listriknya. Berdasarkan data kelistrikan nasional, kapasitas listrik terpasang di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 53.585 MW dan bila dirinci berdasarkan jenis pembangkit listriknya yaitu dengan tenaga air 6,4%, batu bara 52%, gas 24%, BBM 117%, panas bumi 4,4%, dan tenaga lainnya 0,4%.
Dengan kapasitas terpasang sebesar itu, ratio elektrifikasi negara kita di tahun 2015 masih sekitar 84,35%, itu artinya masih 15,65% penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik. Rasio ini masih rendah dibanding negara-negara ASEAN. Adapun sasaran kelistrikan adalah diharapkan dapat mencapai 100% di tahun 2020.
Kondisi Eksisting :
PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro) merupakan investasi prospektif jangka panjang. Kabupaten Pekalongan memiliki sungai-sungai dengan elevasi yang sangat memungkinkan untuk PLTM. Dua lokasi telah dimanfaatkan, namun masih banyak lokasi lain yang sangat berpotensi untuk investasi PLTM.
Sungai yang berpotensi untuk pembangunan PLTM antara lain :
1. Sungai Sengkarang (Kec. Lebakbarang)
2. Sungai Welo (Kec. Petungkriyono dan Kec. Doro)
3. Sungai Paingan (Kec. Kajen)
4. Sungai Genteng (Kec. Paninggaran dan Kec. Kandangserang)
5. Sungai Kumenyep (Kec. Lebakbarang)
6. Sungai Wisnu (Kec. Lebakbarang)
7. Sungai Kupang ()Yang melintas di beberapa wilayah Kecamatan Petungkriyono, Kecamatan Doro, Kecamatan Talun, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Lebakbarang, Kecamatan Kajen, Kecamatan Paninggaran, Kecamatan Kandangserang, Kecamatan Kesesi dengan dukungan kemiringan lahan yang sangat memadai di daerah sekitar tangkapan air pegunungan serta curah hujan dan debit air yang cukup.Saat ini baru ada 3 (tiga) investor yang memanfaatkan Sungai Welo, Sungai Genteng dan Sungai Sengkarang untuk pembangunan 5 (lima) unit PLTM yang sudah pada tahap pembebasan lahan. Dari 5 (lima) unit diperkirakan menghasilkan tenaga listrik dengan kapasitas 28 MW. Diperkirakan pemanfaatan tersebut baru 30% dari potensi yang ada.
[Gambar]
PENGEMBANGAN LINGKUNGAN SIAP BANGUN (LISIBA)
Development of Ready to Build Environment
Uraian Proyek :
Untuk mengakomodir pengembangan wilayah kota kabupaten, Kabupaten Pekalongan telah mempersiapkan Lingkungan Siap Bangun (LISIBA) seluas 115,78 Ha meliputi 5 LISIBA :
1. Lisiba Griya Sarana Mukti, dengan luas 6,77 Ha.
2. Lisiba Kebon Agung Permai, dengan luas 2,88 Ha.
3. Lisiba PNS, dengan luas 5 Ha.
4. Lisiba Bubak, dengan luas 5,5 Ha.
5. Lisiba A (lahan kosong yang berpotensi untuk Lisiba), dengan luas 95,63 Ha.
Kondisi Eksisting :
Lingkungan Siap Bangun Kebonagung terletak diDesa Kebonagung,Kecamatan Kajen, tepatnya berada di sebelah barat pusat Kota Kajen.
· Sebelah timur berbatasan dengan jalan provinsi (Wiradesa-Kajen-Banjarnegara);
· Sebelah utara berbatasan dengan jalan kabupaten;
· Sebelah barat berbatasan jalan kabupaten;
· Sebelah selatan berbatasan dengan sungai;
Pemerintah Daerah ikut berperan dalam pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, drainase, jaringan telepon dan air bersih melalui APBD maupun APBN dan pada saat ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melaksanakan pembangunan jalan di Lisiba sepanjang ± 2.650 m, dengan lebar badan jalan 5 m.
Investasi property pada lahan tersebut baru memanfaatkan 10 % dari luas lahanyang dipersiapkaan, sehingga peluang investasi perumahan di lingkungan tersebut masih terbuka lebar.
Analisis Pasar :
Kawasan Lisiba sudah memiliki sifat kekotaan dan mempunyai tingkat aktifitas dan aksesibilitas yang tinggi, sehingga prospek ke depan sangat mudah untuk dikembangkan. Dengan lokasi di Ibukota kabupaten, akan mempunyai nilai jual yang cukup tinggi, seiring dengan kebijakan sentralisasi lokasi perkantoran di Kajen akan diikuti meningkatnya permintaan perumahan.
[Gambar]
KAWASAN INDUSTRI
Keberadaan Kawasan Industri di kota-kota besar telah menimbulkan turunnya daya lingkungan untuk pengembangan fungsi-fungsi lain diluar industri.
Mengacu kepada Program Pemerintah tentang pertumbuhan dan penyebaran investasi, maka dibutuhkan daerah baru sebagai zona pertumbuhan ekonomi, khususnya di bidang industri, dan Kabupaten Pekalongan telah menyediakan wilayah yang strategis sebagai Kawasan Industri.
Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran melalui penyerapan dan perluasan lapangan pekerjaan sehingga dapat menghasilkan Multiplier Effect bagi daerah sekitarnya.
Secara geografis Kabupaten Pekalongan mempunyai bentuk yang memanjang dari Utara ke Selatan. Di bagian utara termasuk wilayah Pantura dan merupakan jalur utama di Pulau Jawa. Kabupaten ini berada diantara 6o-7o23' Lintang Selatan, dan antara 109o-109o78' Bujur Timur, dengan luas wilayah + 836,13 km.
Wilayah Kabupaten Pekalongan merupakan perpaduan antara wilayah dataran rendah di bagian utara dan dataran tinggi di bagian selatan yang termasuk dalam kawasan dataran tinggi Dieng. Kawasan dataran tinggi di Kabupaten ini berada pada 1.294 meter dari permukaan laut. Secara topografis, 60 desa/kelurahan (20%) berada di kawasan dataran tinggi, dan 225 desa/kelurahan (80%) berada di kawasan dataran rendah.
Kontribusi sektor dalam PDRB atas dasar harga konstan menurut lapangan usaha Kabupaten Pekalongan tahun 2015 yang terbesar dihasilkan oleh sektor industri pengolahan sebesar 32,22%, kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 17,10%, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,70%, dan sektor konstruksi sebesar 6,06%.
2. WISATA AIR WELO RIVER
| [Gambar] | Lokasi wisata ini merupakan area aliran sungai Welo yang memiliki kedung/kolam (Kedung gede, kedung pitu, kedung sipingit), beberapa air terjun, aliran air cukup deras dan jernih, sehingga para wisatawan yang hobby dengan tantangan dapat memanfaatkan untuk river tubing, body rafting, ciblon/terjun bebas, dan lain-lain. |
3. WANA WISATA CURUG LAWE
| Wisata alam Curug Lawe ini terpaket dalam sebuah wisata petualang yang sangat menyenangkan bagi para pecinta petualang. Pemandangan hutan yang masih perawan, menyusuri sungai nan jernih, perkebunan kopi, camping ground area, pohon selfi, apabila beruntung dapat menyaksikan kawanan Owa Jawa dan Lutung yang beraktifitas di atas pohon. Karenanya disarankan untuk memasuki lokasi ini membawa perbekalan makanan dan minuman, peralatan petualang dan peralatan masak bila diperlukan. | [Gambar] |
4. WISATA CURUG MUNCAR
| Obyek wisata curug muncar berada di lereng gunung Ragajambangan di ketinggian 1.249 mdpl. Ada beberapa air terjun di kawasan ini, antara lain: Curug Telaga Lembu, Curug Kali Banteng, Curug Lawe dan Curug Muncar, serta ada yang berpotensi untuk dikembangkan, yaitu Curug Telaga Lumbu. Selain itu, potensi lain yang berada di kawasan tersebut yaitu adanya sumber air panas. Untuk mencapai obyek wisata ini dapat ditempuh dari Kajen sekitar 2 - 2,5 jam perjalanan melewati jalanan yang berkelok-kelok dengan pemandangan alam pegunungan yang indah dan masih alami. | [Gambar] |
5. HUTAN SOKOKEMBANG
[Gambar]
Hutan sokokembang adalah salahsatu kawasan alam, dimana kita masih bisa melihat sejumlah satwa liar hidup dalam habitat aslinya. Dengan luasan kurang lebih 5.300 ha, kawasan ini memiliki keragaman flora dan fauna yang sangat tinggi. Lebih kurang 250 spesies telah teridentifikasi berhabitat di hutan ini, termasuk sejumlah satwa langka seperti Macan, Elang Jawa, Lutung dan Owa Jawa. Hutan alam Sokokembang relatif masih terjaga keutuhannya. Sistem ekologi yang ada di dalamnya cenderung masih berjalan seimbang. Hal inilah yang membuat banyak peneliti, baik dari dalam negeri maupun luar negeri tertarik datang ke tempat ini.
Selain itu, di Sokokembang juga terdapat Kampung Kopi. Kampung kopi sokokembang adalah sebuah dusun di Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono yang berada di tengah-tengah kawasan Hutan Sokokembang. Sebagian besar penduduknya adalah petani yang memanfaatkan hasil hutan, salah satunya dengan mengolah kopi sokokembang yang tumbuh liar diantara tegakan pohon dan hidup secara alami tanpa ada perawatan khusus. Hal inilah yang menjadikan Kopi Sokokembang menjadi istimewa dan mahal harganya.
Jumat, 18 Maret 2022
Kamis, 17 Maret 2022
Kamis, 17 Maret 2022
Kamis, 10 Maret 2022
Analisis Pasar :
Berdasarkan PERMEN ESDM Nomor 31 Tahun 20009, PT. PLN diwajibkan untuk membeli tenaga listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan, saat ini harga jual listrik kepada PT. PLN Rp. 1.075/kwh. Hal ini menunjukkan adanya kepastian dan jaminan pemasaran energi listrik yang dihasilkan dari PLTM.
Financial Analysis :
Rp. 149.970.000.000 (Investment Cost)
Rp. 14.046.000.000 (NPV)
1,11 (Profitable Index)
16,68% (IRR)
4-5 years (Payback Period)
Senin, 5 April 2021
Senin, 5 April 2021
Salah satu penentu kemajuan industri di Kabupaten Pekalongan yaitu sentra industri Tekstil yang memang terus berkembang, baik industri menengah maupun kecil. Untuk industri besar tersebar di sepanjang Pantura, seperti di Kecamatan Siwalan, Kecamatan Wiradesa, Kecamatan Tirto, Kecamatan Buaran, Kecamatan Kedungwuni dan Kecamatan Wonopringgo. Sedangkan industri kecil tersebar di sentra-sentra industri seperti Kecamatan Kedungwuni, Kecamatan Buaran, Kecamatan Tirto, Kecamatan Wiradesa, Kecamatan Wonokerto, Kecamatan Sragi, Kecamatan Bojong, dan Kecamatan Wonopringgo.
Secara umum, bidang Industri di Kabupaten Pekalongan dibagi menjadi :
Kelompok Industri Tekstil (Batik, ATBM, Pakaian Jadi, Percetakan, Kain);
Kelompok Industri Agro (Kerajinan dari tempurung kelapa, enceng gondok, serat pisang);
Potensi Peternakan :
Sapi Potong (Kec. Petungkriyono, Kec. Lebakbarang, Kec. Kandangserang);
Kerbau (Kec. Kandangserang);
Ayam Broiler (Kec. Kesesi, Kec. Bojong, Kec. Wonopringgo);
Ayam Petelur (Kec. Kandangserang, Kec. Karanganyar).
Potensi Pertanian :
Alpukat (Kec. Lebakbarang, Kec. Petungkriyono, Kec. Karanganyar);
Durian (Kec. Talun, Kec. Lebakbarang, Kec. Kajen);
Mangga (Kec. Sragi, Kec. Siwalan, Kec. Kesesi, Kec. Wiradesa, Kec. Kedungwuni);
Manggis (Kec. Lebakbarang);
Kentang (Kec. Petungkriyono);
Bawang Daun (Kec. Petungkriyono).
Potensi Industri :
Kain Kasa (Kec. Bojong, Kec. Kedungwuni, Kec. Buaran);
Sarung Palekat (Kec. Kedungwuni, Kec. Buaran, Kec. Wonopringgo);
Batik (Kec. Kedungwuni, Kec. Buaran, Kec. Wonopringgo, Kec. Wiradesa, Kec. Tirto);
Jeans (Kec. Kedungwuni, Kec. Buaran, Kec. Wonopringgo);
Tenun ATBM (Kec. Buaran, Kec. Karangdadap, Kec. Tirto);
Pakaian Jadi (Kec. Kedungwuni, Kec. Buaran, Kec. Wonopringgo);
Kayu Albasi (Kec. Kajen).
Potensi Perikanan :
Vanamei (Kec. Wonokerto, Kec. Siwalan);
Rumput Laut (Kec. Wonokerto, Kec. Siwalan, Kec. Tirto);
Pengolah Pindang (Bugangan, Pekajangan, Pangkah, Mejasem, Sijambe);
Pemasar Ikan Basah (Kec. Wonokerto, Kec. Tirto).
WILAYAH PERUNTUKAN INDUSTRI
Menindaklanjuti pada program pemerintah tentang percepatan pertumbuhan ekonomi, melalui pengembangan industri dibutuhkan daerah baru sebagai ruang peruntukan industri sebagai zona pertumbuhan ekonomi baru khususnya di bidang industri. Untuk itu Kabupaten Pekalongan telah mempersiapkan daerah kawasan industri dan daerah zona industri yang tersebar di beberapa kecamatan.
Melalui pengembangan kawasan industri diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di daerah dan dapat menyediakan lapangan usaha baru, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan dapat menumbuhkan sektor-sektor ikutan lainnya.
Luasan Wilayah Peruntukan Industri :
1. Kec. Siwalan = 1.040,55 Ha.
2. Kec. Wonokerto = 276,39 Ha.
3. Kec. Tirto = 27,15 Ha.
4. Kec. Bojong = 82,25 Ha.
5. Kec. Buaran = 46,26 Ha.
6. Kec. Kedungwuni = 23,88 Ha.
7. Kec. Sragi = 23,71 Ha.
8. Kec. Wiradesa = 28,36 Ha.
RENCANA KAWASAN INDUSTRI
Kabupaten Pekalongan memiliki daerah yang dipersiapkan untuk dikembangkan sebagai Kawasan Industri, yang merupakan sebagai zona pertumbuhan industri baru Provinsi Jawa Tengah di wilayah Pantura. Area yang dipersiapkan untuk kawasan industri kurang lebih seluas 1.344,09 Ha, meliputi tiga wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Siwalan, Kecamatan Wonokerto, dan Kecamatan Tirto.
Dari luas lahan yang dipersiapkan untuk kawasan industri, kondisi eksistingnya berupa lahan kering/daratan, persawahan produktif, persawahan tidak produktif (terkena rob), lahan tambak, dan lahan pantai sepanjang 10,5 km.
ZONA INDUSTRI
Disamping lahan kawasan industri yang dipersiapkan untuk pengembangan industri di Kabupaten Pekalongan, dipersiapkan pula beberapa zona industri guna pemerataan pertumbuhan industri di wilayah lainnya. Zona-zona industri tersebut tersebar di beberapa wilayah kecamatan, antara lain : Kecamatan Bojong, Kecamatan Buaran, Kecamatan Kedungwuni, Kecamatan Sragi dan Kecamatan Wiradesa, yang luasnya mencapai 204,46 Ha.
Luasan Zona Industri :
1. Kec. Bojong = 82,25 Ha.
2. Kec. Buaran = 46,26 Ha.
3. Kec. Kedungwuni = 23,88 Ha.
4. Kec. Sragi = 23,71 Ha.
5. Kec. Wiradesa = 28,36 Ha.
| Dukungan Infrastruktur : 1. Jalan Kolektor Pekalongan - Banjarnegara; 2. PLTU Batang 2000 MW serta PLTM 28 MW; 3. Stasiun Pekalongan; 4. Jaringan Kabel Serat Optik; 5. Jalur Pantura; 6. Double Track Train; 7. Rencana Interchange Jalan Tol. | [Gambar] |
INSENTIF YANG DIBERIKAN PEMERINTAH :
Bagi investor yang berminat menanamkan modalnya di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk :
1. Memberikan jaminan rasa aman dan keamanan;
2. Menjamin adanya kepastian hukum;
3. Memberikan pelayanan perizinan yang mudah, murah, cepat dan terukur;
4. Memberikan dukungan infrastruktur yang memadai.
Senin, 5 April 2021