Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah merupakan dokumen perencanaan dan pendanaan yang berisi program dan kegiatan OPD sebagai penjabaran dari RKPD dan Renstra Perangkat Daerah dalam satu tahun anggaran disertai dana yang diperlukan untuk pelaksanaannya yang disusun berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan secara teknis berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Persiapan Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah meliputi :
Kamis, 7 April 2022
Kamis, 7 April 2022
Kajen, 4 April 2022
OMBUDSMAN RI Perwakilan Jateng melakukan inspeksi mendadak terkait pelayanan yang ada di DPMPTSP Kabupaten Pekalongan.
Dalam inspeksinya, OMBUDSMAN RI Perwakilan Jateng memberikan banyak masukan yang bisa digunakan untuk kemajuan layanan yang ada di DPMPTSP Kabupaten Pekalongan.
| [Gambar] |
[Gambar]
Kabupaten Pekalongan yang sebagian wilayahnya merupakan pegunungan yang dilintasi sungai- sungai, bukit yang masih alami mempunyai berbagai keindahan merupakan potensi dibidang pariwisata alam. Namun potensi tersebut belum digali dandikembangkan secara optimal. Salah satunya yaitu Desa Lolong Kecamatan Karanganyar.
Lolong sebagai desa destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan telah ditetapkan oleh Bupati Pekalongan - Drs. A. Antono, M.Si pada tanggal 10 Pebruari 2013 memerlukan pengembangan lebih lanjut. Oleh karena itu peran investor sangat diharapkan.
Kajen, 23 Maret 2022
DPMPTSP Kabupaten Pekalongan kedatangan tamu dari DPMPTSP Kabupaten Rembang, dalam rangka studi tiru aplikasi yang ada di DPMPTSP Kabupaten Pekalongan, yaitu Aplikasi Survey Kepuasan Masyarakat dan juga NOVIA Sicantik Cloud yang ada di DPMPTSP Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Rabu, 23 Maret 2022
[Gambar]
PETUNGKRIYONO EcoTourism
Petungkriyono merupakan salah satu kecamatan di Wilayah Kabupaten Pekalongan bagian selatan. Kawasan ini merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng yang masih terjaga keasriannya. Memiliki luas wilayah sekitar 5.300 Ha dan ketinggian 500 - 2100 mdpl dengan bentang alam berupa gunung-gunung, hutan belantara, air terjun dan sungai-sungai dengan air yang jernih.
Dari Kota Kajen (Ibukota Kabupaten Pekalongan) Petungkriyono berada di sebelah selatan dengan jarak 30 km yang dapat dicapai dengan kendaraan umum maupun pribadi melewati Kecamatan Doro, tidak jauh dari obyen wisata "Dataran Tinggi Dieng" hanya berjarak sekitar 40 km dengan melalui jalur Sibebek-Gumelem Kabupaten Banjarnegara.
Memasuki petungkriyono akan disuguhi landscap pegunungan dengan tutupan hutan alam yang menghijau lebat. Di beberapa lokasi tampak pula aliran-aliran sungai jernih menyusuri lembah serta Air Terjun yang mencurah dari tebing-tebing perbukitan menambah kemolekan alam kawasan ini. Petungkriyono dikenal kalangan "rimbawan" sebagai salah satu kawasan hutan yang tersisa di Jawa. Di kawasan hutan ini hidup beraneka ragam satwa, termasuk satwa endemik Jawa yang hampir punah seperti Elang Jawa, Owa Jawa, Surili, Lutung Jawa, Macan Tutul, dan Macan Kumbang.
Menyambangi Petungkriyono, tak hanya akan disambut oleh keasrian alamnya yang mempesona, namun kita juga akan merasakan nuansa keramahan dan kebersahabatan penduduk desa yang tinggal di daerah ini.
Di kawasan ekowisata Petungkriyono terdapat beberapa potensi yang sangat menarik, antara lain :
1. CURUG BAJING
[Gambar]
Curug Bajing adalah salah satu air terjun yang ada di Kecamatan Petungkriyono, lokasinya di Desa Tlogopakis Kecamatan
[Gambar]
Obyek Wisata LINGGO ASRI
Salah satu obyek wisata alam unggulan di Kabupaten Pekalongan adalah "Linggo Asri" dengan luas areal sekitar 5 hektar, dilengkapi fasilitas : kolam renang, villa, rumah makan, taman bermain anak, kebun binatang mini, panggung kesenian, arena outbound, bumi perkemahan, gardu pandang, flying fox dan berbagai atraksi lainnya.
Obyek wisata ini cukup prospekstif untuk dikembangkan, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap menjalin kerja sama dengan investor yang berminat untuk mengembangkan.
Kondisi Eksisting :
Linggo Asri memiliki lokasi yang cukup strategis, berada pada jalur jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan - Banjarnegara. Akses menuju ke lokasi menyusuri daerah kawasan hutan budidaya berbukit yang sejuk, asri, dengan pemandangan indah nan semilir. Setiap hari selalu didatangi pengunjung walaupun tidak sebanyak pada hari-hari libur/besar dan hari lebaran.
[Gambar]
Analisis Pasar :
Penduduk lokal dan sekitarnya seperti dari Kabupaten Batang, Pemalang, Banjarnegara dan Kota Pekalongan adalah daya dukung untuk berdirinya suatu kegiatan penyediaan obyek wisata. Animo masyarakat berekreasi ke daerah pegunungan dengan udara yang bersih dan sejuk cukup tinggi dibanding obyek wisatake daerah perkotaan. Hal ini membuat obyek wisata alam sangat menjanjikan.
[Gambar]
PEMINTALAN BENANG
Sektor Industri di Kabupaten Pekalongan dalam struktur PDRB tahun 2016 memberikan kontribusi terbesar yaitu mencapai 31,38%, industri menengah keatas sebagian besar berupa industri tekstil sarung palekat jumlahnya sekitar 10 unit. Industri ini merupakan industri padat karya yang memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja cukup tinggi. Keberadaan industri sarung palekat di Kabupaten Pekalongan belum diimbangi oleh industri penyedia bahan baku yaitu pemintalan benang.
Kondisi Eksisting :
Jumlah penduduk yang cukup besar selaras dengan ketersediaan tenaga kerja sebagai aset sumber daya berharga untuk mendukung berdirinya suatu perusahaan. Industri pemintalan benang baru tersedia dua unit : PT. Pisma Putra Textile dan PT. Watusalan Textile, itu pun kurang lebih 60% hasil produksi PT. Pisma Putra Textile dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan group sendiri yaitu PT. Pismatex Industry, sehingga industri lainnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku benang mengimpor dari daerah lain.
Analisis Pasar :
1. Berkembangnya industri tekstil penghasil kain ATM dan ATBM menyebabkan meningkatnya kebutuhan benang.
2. Penduduk Indonesia sebagian besar memeluk agama Islam yang merupakan konsumen terbesar sarung palekat.
3. Untuk tujuan pemasaran internasional / ekspor dengan negara tujuan meliputi negara-negara di Timur Tengah, Brunei Darussalam, Malaysia, dll.
Berdasarkan Surat Edaran Bersama dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri PUPR, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM tentang Percepatan Pelaksanaan Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung, maka Bagi Anda yang akan mengajukan permohonan Persetujuan Bangunan Gedung, silahkan langsung mengisi data dan upload dokumen persyaratan anda melalui website resmi SIMBG :
Berikut alur singkat pembuatan Akun SIMBG
[Gambar]
| [Gambar] |
Senin, 4 April 2022
| [Gambar] |
Lolong sebagai desa wisata menyimpan beberapa keindahan yang cukup menarik untuk di kunjungi. Penyanyi balada Ebiet G. Ade meciptakan syair lagu berjudul "LOLONG" dan diabadikan pada prasasti yang terpampang di sebelah jembatan "LENGKUNG" yang unik peninggalan Belanda. |
Potensi yang dimiliki lolong antara lain :
[Gambar][Gambar]
ANALISA PASAR
Daya tarik Desa Lolong sebagai destinasi wisata cukup besar antara lain :
- Kehadiran Ebiet G. Ade di Desa Lolong yang mengabadikan syair lagu "Lolong" ciptaannya pada sebuah prasasti.
- Adanya kegiatan olah raga Arung Jeram di Sungai Sengkarang Sepanjang + 5 km yang dipandu oleh tim Skipper yang bersertifikasi.
- Adanya kegiatan festival Durian Lolong yang diselenggarakan setiap tahun.
Dengan daya tarik tersebut masyarakat luas akan semakin mengenal desa Lolong sebagai destinasi wisata sehingga jumlah kunjungan wisatawan akan bertambah setiap tahunnya.
Jumat, 25 Maret 2022
2. WISATA AIR WELO RIVER
| [Gambar] | Lokasi wisata ini merupakan area aliran sungai Welo yang memiliki kedung/kolam (Kedung gede, kedung pitu, kedung sipingit), beberapa air terjun, aliran air cukup deras dan jernih, sehingga para wisatawan yang hobby dengan tantangan dapat memanfaatkan untuk river tubing, body rafting, ciblon/terjun bebas, dan lain-lain. |
3. WANA WISATA CURUG LAWE
| Wisata alam Curug Lawe ini terpaket dalam sebuah wisata petualang yang sangat menyenangkan bagi para pecinta petualang. Pemandangan hutan yang masih perawan, menyusuri sungai nan jernih, perkebunan kopi, camping ground area, pohon selfi, apabila beruntung dapat menyaksikan kawanan Owa Jawa dan Lutung yang beraktifitas di atas pohon. Karenanya disarankan untuk memasuki lokasi ini membawa perbekalan makanan dan minuman, peralatan petualang dan peralatan masak bila diperlukan. | [Gambar] |
4. WISATA CURUG MUNCAR
| Obyek wisata curug muncar berada di lereng gunung Ragajambangan di ketinggian 1.249 mdpl. Ada beberapa air terjun di kawasan ini, antara lain: Curug Telaga Lembu, Curug Kali Banteng, Curug Lawe dan Curug Muncar, serta ada yang berpotensi untuk dikembangkan, yaitu Curug Telaga Lumbu. Selain itu, potensi lain yang berada di kawasan tersebut yaitu adanya sumber air panas. Untuk mencapai obyek wisata ini dapat ditempuh dari Kajen sekitar 2 - 2,5 jam perjalanan melewati jalanan yang berkelok-kelok dengan pemandangan alam pegunungan yang indah dan masih alami. | [Gambar] |
5. HUTAN SOKOKEMBANG
[Gambar]
Hutan sokokembang adalah salahsatu kawasan alam, dimana kita masih bisa melihat sejumlah satwa liar hidup dalam habitat aslinya. Dengan luasan kurang lebih 5.300 ha, kawasan ini memiliki keragaman flora dan fauna yang sangat tinggi. Lebih kurang 250 spesies telah teridentifikasi berhabitat di hutan ini, termasuk sejumlah satwa langka seperti Macan, Elang Jawa, Lutung dan Owa Jawa. Hutan alam Sokokembang relatif masih terjaga keutuhannya. Sistem ekologi yang ada di dalamnya cenderung masih berjalan seimbang. Hal inilah yang membuat banyak peneliti, baik dari dalam negeri maupun luar negeri tertarik datang ke tempat ini.
Selain itu, di Sokokembang juga terdapat Kampung Kopi. Kampung kopi sokokembang adalah sebuah dusun di Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono yang berada di tengah-tengah kawasan Hutan Sokokembang. Sebagian besar penduduknya adalah petani yang memanfaatkan hasil hutan, salah satunya dengan mengolah kopi sokokembang yang tumbuh liar diantara tegakan pohon dan hidup secara alami tanpa ada perawatan khusus. Hal inilah yang menjadikan Kopi Sokokembang menjadi istimewa dan mahal harganya.
Jumat, 18 Maret 2022
Kamis, 17 Maret 2022
Kamis, 17 Maret 2022
[Gambar]
Kamis, 17 Maret 2022