Admin
Sabtu, 27 Juni 2026
Desa Paninggaran, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan
Desa Paninggaran saat ini telah memiliki usaha peternakan sapi perah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu unit usaha unggulan desa yang telah menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal. Dengan ketinggian wilayah 600-900 mdpl, faktor utama yang mendukung pengembangan usaha sapi perah di Desa Paninggaran yaitu ketersediaan pakan hijauan yang melimpah dengan memanfaatkan lahan eks perkebunan cengkeh untuk budidaya hijauan unggul.
Saat ini, usaha sapi perah Desa Paninggaran memiliki aset produksi sapi dewasa 15 ekor, sapi dara 3 ekor, dan pedet 8 ekor dan menyerap tenaga kerja kerja lokal sebanyak 8 orang. Usaha ini telah berjalan dengan baik dan menjalin kemitraan dengan beberapa pembeli susu segar.
Keberadaan industri pengolahan susu di sekitar wilayah Kabupaten Pekalongan menjadi keunggulan tersendiri bagi pengembangan usaha ini. Saat ini usaha sapi perah Desa Paninggaran telah bermitra dengan PT. Nestle Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Batang. Kondisi tersebut telah memberikan kepastian pasar dan keberlanjutan usaha bagi peternak sapi perah Desa Paninggaran.
Namun saat ini, kapasitas produksi usaha sapi perah Desa Paninggaran belum mampu memenuhi permintaan susu dari mitra secara keseluruhan di mana PT. Nestle Indonesia membutuhan suplai susu sebanyak 80.000 liter/hari. Tak hanya permintaan dari mitra, permintaan susu secara nasional juga terus meningkat rata-rata pertumbuhan sekitar 6% per tahun. Sementara peningkatan produksi susu dalam negeri hanya berkisar 1% per tahun.
Kesenjangan antara permintaan dan produksi tersebut menunjukkan bahwa peluang pasar susu masih sangat terbuka.
Seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap susu segar dan produk olahannya, BUMDes Desa Paninggaran berencana melakukan pengembangan usaha melalui kerja sama dengan investor. Saat ini usaha sapi perah di Desa Peninggaran merupakan gabungan usaha yang didanai oleh BUMDes Parama, Koperasi Paninggaran Berdikari Makmur, dan Paninggararan Dairy Farm (kelompok pemodal pribadi).
Dalam hal ini usaha sapi perah Desa Paninggaran dapat bekerjasama dengan investor untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui penambahan jumlah bibit sapi, perbaikan fasilitas dan teknologi produksi, dan aspek lainnya.
Untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara investor, BUMDes, dan masyarakat, sistem bagi hasil perlu mempertimbangkan kontribusi masing-masing pihak di mana investor dan koperasi bertindak sebagai penyedia modal dan BUMDes sebagai operator.
Berdasarkan simulasi arus kas dengan asumsi umur proyek 5 tahun, berikut adalah indikator utama kelayakan proyek ini :
a. NPV = Rp. ± 1 miliar ; layak
b. Payback period = 3 tahun 2 bulan
c. ROI = 1,41% ; layak