Admin
Senin, 29 Juni 2026
Salah satu aspek penting dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan suatu negara adalah tingkat pertumbuhan listriknya. Pemerintah mempunyai target pada Tahun 2026 pasokan energi yang berasal dari sumber daya energi terbarukan mencapai 20%. Untuk merealisasikannya maka pemanfaatan sumber daya energi primer terbarukan mulai digalakkan dengan pembangunan PLTMH yang diharapkan mampu mereposisi fungsi PLTD yang memiliki biaya operasional sangat
Jumlah Pelanggan listrik PLN di Kabupaten Pekalongan pada Tahun 2025 sebanyak 267.065 pelanggan, jumlah daya listrik terjual di PLN di Kabupaten Pekalongan sebanyak 601.594.080 Kwh. Pembangkit listrik Tenaga mini Hidro (PLTMH) merupakan investasi prospektif jangka panjang.
Jaringan transportasi pada rencana lokasi berada pada kelas jalan kabupaten yang mana akses dari lokasi berjarak ±115 Km dari exit tol Bojong Kabupaten Pekalongan, dengan waktu tempuh melalui jalur darat (Jalan Tol) 45 menit-60 menit. Terdapat 4 lokasi potensial untuk pendirian PLMT di Kabupaten
Pekalongan, antara lain :
a. Potensi energi air sungai Welo dengan potensi daya listrik 118.689 kW. Terdapat 14 titik pada Daerah aliran sungai Welo di Kecamatan Petungkriyono 6 lokasi, Kecamatan Doro 4 lokasi dan kecamatan talun 4 lokasi.
b. Potensi energi air sungai Sengkarang dengan potensi 29.750 kW. Energi pada titik tertinggi dari Sungai Sengkarang adalah Terdapat 4 titik yang berlokasi pada DAS Sengkarang, 3 lokasi berada di Kecamatan Petungkriyono dan Lebakbarang
c. Potensi energi air sungai Genteng dengan potensi 11.883 kW, dibangun pada DAS Genteng dengan tipe aliran langsung. Dengan dibangunnya PLTM Lambur ini maka berpotensi untuk membantu memenuhi kebutuhan kekurangan daya listrik
d. Sungai Paingan, Terdapat 2 (dua) titik potensi pengembangan PLTMH di DAS Paingan, potensi energi yang adalah 4.237-4790 kW dengan potensi daya Listrik 2.119-2.395 kW Kecamatan Paninggaran dan Kecamatan Kajen.