Admin
Rabu, 24 Juni 2026
Lokasi:
Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan
Gambaran Umum:
Domiyang Mangosteen Export Hub merupakan proyek inisiatif untuk membangun Packing House modern di Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran. Proyek ini rencananya akan mengintegrasikan puluhan hektar lahan produktif dengan fasilitas sortir, pembersihan, dan cold storage standar global guna mengekspor manggis kualitas premium (Grade A) langsung ke pasar internasional.
Selama bertahun-tahun, para petani Desa Domiyang telah menjadi produsen manggis kualitas premium yang signifikan. Rata-rata hasil panen di Desa Domiyang mencapai 450-500 ton per tahun. Namun nilai ekonomi dan reputasi produk ini tidak dinikmati secara optimal oleh masyarakat lokal. Terjadi anomali rantai pasok dimana komoditas manggis terbaik dari Desa Domiyang dikuasai oleh tengkulak dari wilayah luar yang kemudian mengekspornya menggunakan bendera dan merek dagang mereka sendiri.
Di sisi lain berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Jawa Barat terutama wilayah Purwakarta, Subang, Sukabumi, dan Tasikmalaya menyumbang sekitar 40% dari total ekspor manggis nasional. Menariknya, sebagian besar pelaku usaha di Tasikmalaya menyerap suplai manggis dari Desa Domiyang untuk memenuhi kebutuhan ekspor tersebut. Hal ini mempertegas potensi Domiyang sebagai salah satu sumber bahan baku penting dalam rantai pasok manggis regional meskipun belum diakui secara langsung dalam identitas produk akhir.
Dengan memutus ketergantungan pada pihak ketiga, Desa Domiyang tidak hanya mengamankan margin keuntungan yang selama ini hilang, tetapi juga memastikan standar kualitas global tetap terjaga di bawah kendali lokal, menjadikannya sebuah langkah transformatif dari pertanian subsisten menuju indutri berorientasi ekspor yang berdaulat.
Rencana pengadaan tanah untuk pembangunan fasilitas Packing House dan Gudang sortir akan dilakukan melalui Pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD). Lokasi dipilih secara strategis agar dekat dengan akses jalan utama desa guna memudahkan mobilisasi armada logistik tanpa mengganggu mobilitas harian warga. Pola manajemen yang akan diterapkan dalam proyek ekspor manggis Desa Domiyang adalah pola Kemitraan Strategis Berbasis Komunitas (Community Based Strategic Partnership) bukan swasta murni melalui skema keuntungan bagi hasil.
Kehadiran investor sangat diharapkan untuk membantu pengadaan modal kerja, teknologi pengolahan, dan akses jaringan pasar internasional. Sementara pihak desa menyediakan basis produksi, lahan fasilitas, serta jaminan keamanan sosial dan pasokan. Dengan demikian, harapannya kesejahteraan petani lokal lebih terjamin dan manggis Domiyang dapat berkembang menjadi produk unggulan Kabupaten Pekalongan.
a. NPV = Rp. 4.031.202.147 ; layak
b. IRR = 36% > WACC 11% ; layak
c. Payback period = 2 tahun 8 bulan
d. ROI = 1,7% ; layak