Admin
Senin, 29 Juni 2026
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk ekspor sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah, Jawa Tengah sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi dengan luas perkebunan yang terus berkembang serta menghasilkan produk-produk yang berkualitas baik. Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mendorong pengembangan kopi melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan agar produksi kopi daerah dapat terus meningkat. Dengan melalui ekspor ini diharapkan komoditas kopi dari Jawa Tengah semakin dikenal di pasar internasional sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah. Kopi ini menawarkan sinergi keuntungan yang kompetitif baik bagi investor maupun masyarakat desa setempat.
Kecamatan Kandangserang
1. Desa Trajumas
2. Desa Sukoharjo
3. Desa Gembong
4. Desa Karanggondang
Kecamatan Talun
1. Desa Harjosari
2. Desa Randusari
3. Desa Rogoselo
Kecamatan Karanganyar
1. Desa Pododadi
2. Desa Pedawang
Kecamatan Doro
1. Desa Botosari
2. Desa Donowangun
3. Desa Sengare
4. Desa Jolotigo
Kecamatan Petungkriyono
1. Desa Curug Muncar
2. Desa Telaga Indro
3. Desa Songgodadi
4. Desa Kayu Puring
5. Desa Kasimpar
Kecamatan Lebakbarang
1. Desa Wonosido
2. Desa Tembalang Gunung
3. Desa Kuto Rembet
4. Desa Lebarangbarang
5. Desa Depok
Kecamatan Paninggaran
1. Desa Domyang
2. Desa Tenogo
3. Desa Werdi
Kopi lokal Kabupaten Pekalongan menawarkan sinergi keuntungan yang kompetitif baik bagi investor maupun masyarakat desa setempat. Produk kopi dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan berhasil menembus pasar internasional, sebanyak 17 ton green bean kopi diekspor ke pasar Eropa yaiyu ke Negara Makedonia dan Yunani dengan nilai transaksi sekitar Rp2,4 miliar. Berdasarkan informasi dari pihak eksportir, permintaan kopi dari Pekalongan di pasar Yunani cukup tinggi. Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi keberhasilan CVLKN yang merupakan UMKM binaan Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Bank Indonesia. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelaku usaha daerah mampu bersaing di pasar global.
Produksi/tahun (Kg):
271,458,40 Kintal/tahun meliputi semua Kecamatan
Luas Panen (Ha)
Kecamatan Doro 71,65 Hektar
Kecamatan Talun 64,55 Hektar
Kecamatan Kandangserang 114,60 Hektar
Kecamatan Petungkriyono 210,5 Hektar
Kecamatan Paninggaran 150,44 Hektar
Kecamatan Lebakbarang 119,69 Hektar
Kecamatan Karanganyar 8 Hektar